Korban ledakan rumah di Kompleks Grand Polonia, Jalan
Perhubungan Udara, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara,
bertambah menjadi tiga orang meninggal dunia. Seluruh korban berhasil ditemukan
tim SAR gabungan, Selasa (21/7/2026), sementara kepolisian bersama PT
Perusahaan Gas Negara (PGN) akan melakukan investigasi untuk mengungkap
penyebab pasti ledakan.
Penyelidikan dilakukan setelah muncul dugaan awal bahwa
ledakan dipicu kebocoran pipa gas bawah tanah di sekitar rumah korban. Namun,
polisi menegaskan penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi bersama.
Ketiga korban meninggal masing-masing bernama Jesika (33),
Ros, dan Sinta. Jesika, istri pemilik rumah, ditemukan pada pukul 02.20 WIB.
Sementara Ros ditemukan pukul 15.45 WIB, dan Sinta berhasil dievakuasi pada
pukul 18.00 WIB.
Seluruh korban ditemukan dalam kondisi tertimbun material
bangunan yang runtuh akibat ledakan. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke
Rumah Sakit (RS) Columbia Asia Medan untuk menjalani visum dan proses
identifikasi.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak
memastikan seluruh korban telah ditemukan sehingga operasi pencarian resmi
diakhiri.
"Tepat pukul 18.00 WIB atau jam 6 sore hari ini, korban
yang terakhir sudah dapat ditemukan dan dievakuasi dan saat ini dibawa di salah
satu rumah sakit di Kota Medan. Dari enam korban sudah dapat disimpulkan, bahwa
sampai dengan saat ini mengalami meninggal dunia ada tiga korban dan tiga
lainnya yang terdiri dari dua masih dalam perawatan dan satu lagi sehat
walafiat," kata Kombes Pol Jean Calvin.
Meski operasi pencarian telah selesai, kepolisian bersama
tim laboratorium forensik Polda Sumatera Utara dan PGN Medan akan melanjutkan
penyelidikan untuk memastikan penyebab ledakan.
Kombes Pol Jean Calvin menjelaskan, dugaan awal mengarah
pada kebocoran gas, tetapi aparat masih membutuhkan hasil pemeriksaan
laboratorium forensik dan alat bukti lainnya sebelum menyimpulkan penyebab
insiden.
"Kita tadi melakukan pengecekan bersama sementara di
dalam rumah, pasca-assessment dan investigasi yang dilakukan oleh tim Labfor
dan Brimob Polda Sumatera Utara. Dugaan awalnya seperti itu (adanya kebocoran
gas bawah tanah). Mudah-mudahan, dengan selesainya investigasi tambahan dan
alat bukti lainnya, kami akan sampaikan kembali," ujarnya.
Dengan ditemukannya korban terakhir, operasi pencarian Tim
SAR Gabungan resmi ditutup. Namun, petugas masih melakukan pembersihan material
bangunan yang ambruk.
Ledakan terjadi pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30
WIB dan menyebabkan rumah mewah tersebut hancur hingga rata dengan tanah.
Dampak ledakan juga merusak sedikitnya tujuh rumah di
sekitar lokasi serta sejumlah kendaraan yang tertimpa material bangunan.
Berdasarkan data sementara, terdapat enam korban dalam
peristiwa tersebut, terdiri atas pasangan suami istri pemilik rumah, seorang
anak, seorang pengemudi daring, dan dua pekerja rumah tangga.
Pemilik rumah, anak, dan pengemudi daring berhasil
diselamatkan. Sementara itu, istri pemilik rumah, seorang asisten rumah tangga,
dan seorang pengasuh anak (babysitter) meninggal dunia akibat tertimbun
reruntuhan bangunan.