-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis prospek penghimpunan dana di pasar modal tetap positif hingga akhir 2026 meski kondisi pasar global

Kamis, 30 Juli 2026 | Juli 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-29T17:22:27Z

 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis prospek penghimpunan dana di pasar modal tetap positif hingga akhir 2026 meski kondisi pasar global masih dibayangi berbagai tantangan. Minat perusahaan untuk mencari pendanaan melalui pasar modal dinilai masih terjaga.



Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan optimisme tersebut tercermin dari masih kuatnya pipeline penawaran umum yang sedang diproses.


"Meskipun kondisi pasar global masih diwarnai berbagai tantangan, minat perusahaan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan tetap terjaga," kata Hasan dikutip dari Antara, Rabu (29/7/2026).


Menurut Hasan, hingga 20 Juli 2026 terdapat tiga perusahaan yang tengah menjalani proses initial public offering (IPO). Selain itu, terdapat dua proses penawaran umum terbatas (PUT) dengan nilai emisi maksimal Rp 6,73 triliun, serta empat proses penerbitan obligasi dan sukuk dengan nilai emisi maksimal Rp5,25 triliun.


OJK menargetkan total penghimpunan dana di pasar modal sepanjang 2026 mencapai Rp 250 triliun. Hingga 30 Juni 2026, realisasi penghimpunan dana telah mencapai Rp 125,7 triliun atau sekitar separuh dari target tahun ini.


Hasan menjelaskan, OJK tidak hanya mengejar nilai penghimpunan dana, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas pasar modal nasional melalui berbagai agenda reformasi.


"Reformasi pasar modal yang saat ini kami jalankan merupakan upaya membangun fondasi pasar yang lebih kuat melalui peningkatan kualitas emiten, penguatan likuiditas, peningkatan transparansi, penguatan tata kelola dan penegakan hukum, serta perluasan basis investor," ujar Hasan.


Ia menambahkan, reformasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun asing sehingga pasar modal Indonesia semakin kredibel dan kompetitif sebagai sumber pembiayaan jangka panjang.


Dengan fondasi yang semakin kuat, OJK meyakini penghimpunan dana melalui pasar modal tidak hanya akan terus tumbuh hingga akhir 2026, tetapi juga berlangsung secara lebih sehat, berkelanjutan, dan mampu mendukung pembiayaan dunia usaha di tengah dinamika ekonomi global.


×
Berita Terbaru Update