Pelatih ganda putra Indonesia Antonius Budi Ariantho menilai
keberhasilan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjuarai Japan Open 2026
tidak terlepas dari kemampuan mereka menguasai permainan depan dan meminimalkan
kesalahan sendiri.
Fajar/Fikri memastikan gelar juara di Tokyo, Jepang, Minggu
(19/7/2026), setelah menundukkan pasangan unggulan pertama sekaligus ganda
putra nomor satu dunia pada pertandingan final.
Antonius mengaku puas karena anak asuhnya mampu menjalankan
strategi yang telah disiapkan sejak awal pertandingan. Fajar dan Fikri secara
bergantian mengambil kendali di depan net sehingga lawan kesulitan
mengembangkan permainan.
“Saya cukup puas dan sangat senang Fajar/Fikri bisa menjadi
juara Japan Open. Tidak mudah karena mereka menghadapi unggulan pertama
sekaligus pasangan nomor satu dunia pada final,” ujar Antonius.
Menurutnya, Fajar/Fikri tampil sangat baik dan jarang
melakukan kesalahan sendiri. Kondisi tersebut membuat keduanya mampu menjaga
tekanan sekaligus mencegah lawan mengambil alih kendali pertandingan.
“Saya berpesan sejak awal agar mereka berani mengadu
permainan depan dan tidak banyak melakukan unforced error. Hal itu bisa mereka jalankan
dengan baik,” katanya.
Antonius menilai kerja sama Fajar dan Fikri dalam menguasai
area depan menjadi salah satu faktor penting dalam pertandingan. Keduanya
bergantian menekan dan tidak memberikan kesempatan kepada lawan untuk
mengendalikan tempo.
Meski berhasil meraih gelar, Antonius meminta Fajar/Fikri
tidak larut dalam euforia. Mereka masih harus mempersiapkan diri menghadapi
China Open 2026 yang memiliki tingkat persaingan lebih tinggi.
China Open merupakan turnamen BWF World Tour Super 1000.
Walaupun daftar lawan yang dihadapi tidak akan jauh berbeda, level turnamen
tersebut menuntut konsentrasi dan konsistensi lebih tinggi.
“Masih ada China Open
setelah ini. Saya berharap mereka tetap fokus dan tidak kehilangan konsentrasi.
Lawannya mungkin tidak jauh berbeda, tetapi level turnamennya lebih tinggi,
yakni Super 1000,” tutur Antonius.
Ia berharap keberhasilan pada Japan Open menjadi tambahan
kepercayaan diri bagi Fajar/Fikri untuk menghadapi turnamen berikutnya. Gelar
tersebut juga menjadi modal penting untuk menjaga konsistensi mereka di
persaingan elite ganda putra dunia. “Semoga gelar ini membuat mereka semakin
percaya diri,” ucapnya.