Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Mojtaba Khamenei pada
Sabtu (11/7/2026) mengancam akan membalas kematian pendahulunya sekaligus
ayahnya, Ayatullah Ali Khamenei. Namun, ia menegaskan aksi balasan tersebut
tidak hanya bergantung pada Iran, tetapi juga pada "orang-orang merdeka di
seluruh dunia".
Dalam pernyataan publik pertamanya sejak rangkaian pemakaman
Ayatullah Ali Khamenei dimulai sepekan lalu, Mojtaba menyatakan pembalasan atas
kematian ayahnya merupakan tuntutan rakyat Iran.
"Pembalasan adalah tuntutan bangsa dan pasti akan
dilakukan," demikian pernyataan Mojtaba yang disiarkan televisi pemerintah
Iran, dilansir dari Reuters, Sabtu (11/7/2026).
Ayatullah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara gabungan
Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026, yang menandai dimulainya
perang antara kedua pihak.
"Kami berjanji akan membalas darah pemimpin yang gugur
sebagai syuhada dan seluruh korban dalam dua perang ini dari para pembunuh yang
kriminal dan tercela," demikian isi pernyataan tersebut.
Mojtaba Khamenei, yang menurut sejumlah sumber senior
mengalami cedera serius pada wajah serta luka lainnya akibat serangan tersebut,
belum pernah terlihat di hadapan publik sejak ditunjuk sebagai Pemimpin
Tertinggi Iran pada 8 Maret 2026.
"Dengan atau tanpa kami, hal ini akan terwujud. Segera
setiap orang merdeka di seluruh dunia akan menjalankan bagian dari misi ilahi
ini," lanjut pernyataan tersebut.
Saling serang antara pasukan AS dan Iran pada pekan ini
memunculkan keraguan terhadap keberlangsungan kesepakatan gencatan senjata yang
sebelumnya dicapai Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang yang telah
berlangsung selama empat bulan. Iran menyatakan kesepakatan tersebut pada
akhirnya akan memberikan manfaat ekonomi yang besar.
Meski ketegangan kembali meningkat, Presiden AS Donald Trump
pada Jumat (10/7/2026) menyatakan kedua negara tetap sepakat melanjutkan
perundingan, meskipun sebelumnya ia mengatakan gencatan senjata telah berakhir.
Hingga kini, Mojtaba Khamenei masih belum muncul di hadapan
publik. Tidak ada foto, rekaman video, maupun rekaman suara yang dipublikasikan
sejak serangan udara tersebut. Kondisi itu memunculkan ketidakpastian di Iran,
sementara sebagian warga menilai pemimpin baru itu seharusnya tampil di depan
publik meskipun mengalami cedera.
Mojtaba diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran dengan
dukungan Korps Garda Revolusi Islam.
Ayatullah Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama 37 tahun,
dimakamkan di tempat suci paling sakral di negara itu pada Jumat (10/7/2026),
setelah prosesi pemakamannya dihadiri lautan pelayat.