-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan transformasi sepak bola Indonesia bukan sekadar mengejar prestasi di lapangan, tetapi juga membangun kehormatan bangsa, karakter

Selasa, 04 Agustus 2026 | Agustus 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-03T17:28:59Z

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan transformasi sepak bola Indonesia bukan sekadar mengejar prestasi di lapangan, tetapi juga membangun kehormatan bangsa, karakter, dan persatuan nasional. Melalui berbagai program pembinaan, PSSI menargetkan sepak bola Indonesia mampu menembus pentas dunia pada 2030.


Pernyataan tersebut disampaikan Erick Thohir dalam Kongres Biasa PSSI 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026). Menurutnya, transformasi yang dilakukan PSSI mulai mendapat apresiasi dari komunitas sepak bola internasional, termasuk AFF, AFC, dan FIFA.


Diundur, Kongres Pemilihan Ketum PSSI Digelar Juli 2027 


"Sepak bola tidak hanya sebuah olahraga saja, tetapi menjadi tentu kehormatan kita sebagai bangsa, karakter bangsa, kesatuan kita. Negara-negara lain sangat positif dengan transformasi yang terjadi di Indonesia. Saya yakin AFF, AFC, dan FIFA mengapresiasi kerja keras kita semua," tegas Erick Thohir.


Untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju seperti Jepang, PSSI terus meningkatkan jumlah dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor kepelatihan dan perwasitan.



Saat ini, jumlah wasit meningkat dari sekitar 7.000 menjadi 23.000 orang, sedangkan jumlah pelatih bertambah dari 12.814 menjadi 18.275 orang. Meski demikian, Erick menilai angka tersebut masih belum memadai.


"Angka ini masih kurang jika dibandingkan dengan negara seperti Jepang. Karena itu, saya mendorong sertifikasi kepelatihan dan perwasitan masuk ke sekolah-sekolah, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan pemerintah daerah," ujarnya.


PSSI juga memperkuat pembinaan melalui Garuda Academy, pemberian beasiswa bagi talenta muda, serta pengembangan 1.450 Sekolah Sepak Bola (SSB) dengan sekitar 203.000 pemain yang telah terdata di seluruh Indonesia.


Erick Thohir menilai transformasi PSSI juga mulai membuahkan hasil di sektor sepak bola putri dan futsal.


Timnas Putri Indonesia sukses meraih gelar juara AFF secara beruntun dan menembus peringkat ke-21 dunia. Untuk memperkuat ekosistem sepak bola putri, PSSI akan menggulirkan kompetisi resmi mulai Oktober 2026.


"Ini adalah hal yang nyata. Oktober nanti akan ada liga wanita yang diikuti enam klub, sebagai fondasi ekosistem sepak bola wanita," katanya.


Di cabang futsal, Timnas Indonesia berhasil menjuarai AFF 2024 dan meraih medali emas SEA Games 2025, sekaligus mengangkat peringkat dunia Indonesia ke posisi ke-14.


Dalam aspek tata kelola kompetisi, Erick menyebut penggunaan video assistant referee (VAR) telah diterapkan di Liga 1 dan Liga 2. PSSI juga memperkuat perlindungan hak pemain melalui National Dispute Resolution Chamber (NDRC) serta mendorong penerapan Club Licensing.



Erick turut menantang klub-klub Indonesia agar lebih berani bersaing di level internasional.


"Kalau Australia bisa mengundang Chelsea bertanding melawan klub lokal, kenapa klub-klub Indonesia tidak bisa? Kita harus berani melawan takdir," ujarnya.


Menurutnya, kenaikan peringkat FIFA Indonesia dari posisi 151 ke 118 menjadi bukti bahwa transformasi sepak bola nasional berjalan ke arah yang tepat.


"Takdir kita di sini adalah takdir yang harus kita dorong bersama agar sepak bola Indonesia menjadi yang terbaik di Asia Tenggara maupun Asia. Semua program kita kini memiliki tolak ukur (KPI) dan target yang jelas. Ini adalah kerja nyata," tutupnya.


×
Berita Terbaru Update