Memasuki awal Agustus, nuansa peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia mulai terasa di Kota Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Sejumlah pedagang musiman mulai membuka lapak bendera Merah Putih di beberapa titik strategis. Mereka menawarkan berbagai ukuran bendera, umbul-umbul, dan perlengkapan dekorasi bernuansa merah putih.
Deretan bendera yang dipajang membuat sejumlah sudut Kota Tahuna terlihat makin semarak. Para pedagang tampak sibuk menata dagangan untuk menyambut meningkatnya permintaan masyarakat menjelang 17 Agustus.
Bendera yang dijual tersedia dalam beragam ukuran, mulai dari ukuran kecil untuk kendaraan dan rumah hingga ukuran besar yang biasa digunakan di perkantoran atau lingkungan permukiman.
Harga bendera ukuran kecil ditawarkan mulai Rp 5.000. “Kalau bendera berukuran sedang dijual sekitar Rp 15.000 hingga Rp 25.000,” kata Agus, pedagang bendera.
Sementara itu, harga bendera berukuran besar mulai Rp 50.000 hingga ratusan ribu rupiah, bergantung pada ukuran dan bahan. Pedagang juga menyediakan potongan harga bagi pembeli yang memesan dalam jumlah banyak.
Selain bendera, masyarakat dapat membeli umbul-umbul dan berbagai hiasan untuk mempercantik rumah, pertokoan, kantor, serta jalan lingkungan menjelang peringatan hari kemerdekaan.
Sebagian besar pedagang musiman tersebut merupakan perantau asal Jawa Barat. Mereka rutin datang ke Tahuna setiap tahun untuk menjajakan bendera menjelang peringatan kemerdekaan.
Para pedagang berharap antusiasme masyarakat pada tahun ini meningkat sehingga seluruh dagangan dapat terjual sebelum 17 Agustus. “Tentu kami berharap dagangan akan habis,” katanya.
Kehadiran lapak-lapak tersebut tidak hanya memudahkan masyarakat memperoleh bendera dengan harga terjangkau, tetapi juga menambah semarak suasana kemerdekaan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Pemasangan bendera Merah Putih di rumah dan lingkungan juga diharapkan dapat membangkitkan rasa nasionalisme serta kecintaan masyarakat terhadap Tanah Air.