-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Hampir 50.000 perempuan dan anak perempuan tewas atau mengalami luka parah di Gaza

Minggu, 11 Oktober 2026 | Oktober 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-10T18:19:56Z

 


Hampir 50.000 perempuan dan anak perempuan tewas atau mengalami luka parah di Gaza, Palestina akibat agresi militer Israel sejak Oktober 2023. Data tersebut diungkapkan UN Women pada Jumat (9/10/2026).

 

"Lebih dari 38.000 orang tewas dan 11.700 lainnya mengalami cedera yang sangat parah sehingga kini mereka hidup dengan disabilitas seumur hidup," kata Ketua Aksi Kemanusiaan UN Women Sofia Calltorp.

 

Menurut Calltorp, sebagian besar korban tewas tercatat selama 2 tahun pertama gempuran Israel ke Gaza. Namun, kekerasan masih berlangsung meski gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober 2025. Sebanyak 277 perempuan dan anak perempuan dilaporkan tewas selama periode gencatan senjata tersebut.

 

Hampir 1 juta perempuan dan anak perempuan juga terpaksa meninggalkan rumah mereka. Sebagian besar masih mengungsi, dengan banyak di antaranya tinggal di tenda atau di antara reruntuhan rumah.

 

Calltorp memperingatkan jumlah rumah tangga yang dikepalai perempuan meningkat dua kali lipat. Saat ini, satu dari setiap empat rumah tangga di Gaza dikepalai perempuan.

 

Pemangkasan pendanaan turut melemahkan organisasi-organisasi perempuan di Gaza. Sebanyak 13 dari 14 organisasi yang disurvei melaporkan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.

 

Seluruh organisasi yang disurvei juga melaporkan peningkatan kekerasan berbasis gender, kemiskinan, dan gangguan kesehatan mental sejak 2025. Sementara itu, 13 organisasi melaporkan tingginya angka pernikahan anak.

 

UN Women mendesak implementasi penuh gencatan senjata, kepatuhan terhadap hukum internasional, serta pertanggungjawaban atas berbagai pelanggaran.

 

"Apa yang telah kami temukan adalah penderitaan kolektif yang mengerikan, rasa sakit yang luar biasa, dan tingkat ketangguhan dan kekuatan yang seharusnya tidak perlu ditanggung oleh perempuan mana pun," kata Calltorp.

×
Berita Terbaru Update