-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menegaskan, pengurangan ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura

Jumat, 30 Oktober 2026 | Oktober 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-29T19:37:30Z

 


Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menegaskan, pengurangan ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) masih sesuai dengan ketentuan kontrak kerja sama kedua negara. Pasalnya, volume pemangkasan tersebut belum melampaui batas minimum yang diperbolehkan dalam kontrak.

 

Bahlil menjelaskan, total ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura mencapai 409,5 MMSCFD yang bersumber dari Natuna dan daratan Sumatera. Dari total tersebut, pemerintah memangkas pasokan sebesar 31 MMSCFD atau sekitar 8%.

 

"Sekarang ini yang kita lakukan pemotongan (ekspor gas pipa ke Singapura) sebagian itu adalah 31 MM dari total 409 MM dari kontrak yang ada," katanya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

 

Menurut Bahlil, pengurangan pasokan baru berpotensi melanggar kontrak apabila mencapai 10%. Dengan realisasi pemangkasan yang masih sekitar 8%, pemerintah menilai kebijakan tersebut belum melanggar kesepakatan dengan Singapura.

 

Pemangkasan pasokan dilakukan untuk memperkuat ketersediaan energi di dalam negeri, terutama bagi pembangkit listrik dan sektor industri. Berdasarkan keterangan Kementerian ESDM, sejumlah sumur gas mengalami penurunan produksi akibat pemeliharaan (shutdown), sehingga pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan domestik.

 

Meski demikian, pemerintah tetap berupaya menjaga komitmen pasokan kepada Singapura selama pengurangan ekspor masih berada dalam batas yang diperbolehkan kontrak.

 

Selain gas pipa, Indonesia juga memasok gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) ke Singapura. Bahlil menyebut pengiriman LNG tersebut mencapai 148 kargo, yang menurutnya setara dengan sekitar 1.480 MM.

 

Bahlil menduga tidak seluruh LNG yang dikirim Indonesia digunakan untuk memenuhi konsumsi domestik Singapura. Sebagian pasokan tersebut, menurut dia, berpotensi diperdagangkan kembali ke negara lain.

 

"Tapi, ada sebagian pasti untuk konsumsi mereka," katanya.

×
Berita Terbaru Update