Presiden FIFA Gianni Infantino menepis desakan agar dirinya mundur dari jabatan yang diembannya. Ia justru tertawa ketika ditanya apakah pernah mempertimbangkan untuk mengundurkan diri di tengah polemik rencana pengelolaan hak komersial Piala Dunia melalui perusahaan investasi swasta.
Dalam wawancara dengan BBC Sport di sela-sela Piala Dunia U-15 di Azerbaijan, Infantino menegaskan masih mendapat dukungan luas dari asosiasi anggota FIFA. Ia juga menyatakan perbedaan pendapat di dalam organisasi merupakan hal yang wajar.
Kontroversi tersebut bermula dari rencana FIFA membentuk perusahaan bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Perusahaan itu dirancang untuk mengelola hak komersial berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, dengan membuka peluang investasi swasta.
Proposal tersebut menuai kritik dari UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan CONCACAF. Ketiga konfederasi itu mempertanyakan proses penyusunan rencana tersebut dan cara FIFA berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan.
FIFA kemudian membatalkan proposal FFE pada 1 Agustus 2026 setelah menghadapi penolakan. Infantino juga meminta maaf kepada Dewan FIFA atas cara proyek tersebut dikomunikasikan dan dikonsultasikan.
Tegaskan Masih Mendapat Dukungan
Ketika ditanya mengenai kemungkinan mengundurkan diri, Infantino mengingatkan dirinya terpilih melalui proses pemilihan yang melibatkan 211 asosiasi anggota FIFA. “Perlu diketahui, saya terpilih melalui suara dari 211 asosiasi anggota dari seluruh dunia,” kata Infantino.
Ia menilai perbedaan pandangan merupakan bagian dari proses demokrasi. Menurutnya, setiap asosiasi anggota memiliki hak suara yang setara dan keputusan mengenai kepemimpinan FIFA harus dihormati.
“Tidak ada yang salah dengan perbedaan pendapat. Tidak masalah jika kita tidak sependapat atau memiliki sudut pandang berbeda, tetapi setelah itu kita harus bisa melangkah maju,” ujarnya.
Infantino juga mengakui tidak mudah menyatukan berbagai pandangan dari asosiasi anggota FIFA yang tersebar di seluruh dunia. Meski demikian, ia menegaskan akan menghormati keputusan para pemilih mengenai siapa yang layak memimpin organisasi tersebut.
