-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Aksi demonstrasi ribuan mahasiswa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB) berujung ricuh

Minggu, 31 Agustus 2025 | Agustus 31, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-08-30T17:39:38Z

  Aksi demonstrasi ribuan mahasiswa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB) berujung ricuh. Massa melakukan perusakan dan berakibat kebakaran gedung DPRD.



Kobaran api merambat dan meludeskan ruangan-ruangan penting di dalam gedung, termasuk ruang komisi dan sekretariat dewan. Beberapa kendaraan dinas maupun pribadi yang terparkir di area kantor tidak sempat diselamatkan dan ikut terbakar.

Fasilitas pendukung lainnya, seperti pos pengamanan, gerbang masuk, hingga kantor Sekretariat DPRD tak luput dari kerusakan. Dentuman keras beberapa kali terdengar dari dalam gedung saat api semakin membesar.

Aparat kepolisian dari Dalmas Polda NTB melakukan upaya pembubaran dilakukan dengan menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa. Namun, massa aksi membalas dengan lemparan batu sehingga bentrokan tidak terhindarkan.

Akibat bentrokan tersebut, sejumlah mahasiswa dan beberapa anggota polisi dilaporkan mengalami luka-luka. Hingga berita ini diturunkan, Sabtu (30/8/2025), belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban luka maupun kerugian akibat kebakaran.

Sementara, kebakaran kantor DPRD NTB sempat sulit dikendalikan. Seluruh fasilitas di dalam gedung, mulai dari ruang rapat, arsip, hingga peralatan kantor, ikut terbakar. Petugas pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan api yang membubung tinggi di pusat kota Mataram itu.

Kepulan asap masih terlihat di area kantor DPRD NTB. Aparat kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran terus berupaya melakukan pendinginan agar api tidak menyebar lebih luas.

Aksi demonstrasi ini semula berlangsung damai di depan kantor DPRD dengan menyuarakan berbagai tuntutan. Namun, situasi berubah. Ribuan mahasiswa dari berbagai elemen terlibat dalam kericuhan sehingga situasi kota Mataram mendadak mencekam.

Warga di sekitar lokasi memilih menjauh untuk menghindari bentrokan. Jalan di depan kantor DPRD NTB sempat lumpuh total akibat kerumunan massa dan barikade polisi yang berusaha mengendalikan keadaan.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan ketat di sekitar kantor DPRD NTB. Garis polisi dipasang untuk menutup akses ke lokasi kebakaran. Beberapa saksi mata juga dimintai keterangan untuk mengetahui pemicu aksi massa yang berujung perusakan.

×
Berita Terbaru Update