Wajah warga Pidie Jaya semringah
saat melintasi jembatan gantung yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Meurah
Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Jembatan yang sempat terputus akibat banjir
bandang, kini kembali terakses setelah selesainya pembangunan jembatan gantung.
Jembatan gantung sepanjang
sekitar 150 meter tersebut diber nama jembatan gantung Garuda dan merupakan
bagian dari program ekspedisi 1.000 jembatan gantung untuk Indonesia.
Jembatan gantung tersebut
menghubungkan Gampong Seunong di Kecamatan Meurah Dua dengan Gampong Blang Awe
di Kecamatan Meureudu. Sebelumnya, kedua desa dihubungkan oleh jembatan
permanen yang membentang di atas Krueng Meureudu, tetapi putus diterjang banjir
bandang pada 26 November 2025 lalu.
Salah seorang warga Gampong
Seunong, Abdullah (60), mengatakan jembatan gantung tersebut sudah dapat
dilalui warga sejak sekitar 10 hari terakhir. Jembatan itu hanya bisa digunakan
oleh pejalan kaki dan sepeda motor.
“Yang penting bagi kami sekarang
akses dua desa sudah kembali terhubung setelah jembatan lama dibawa banjir.
Jembatan gantung ini sangat membantu aktivitas warga,” kata Abdullah, Jumat
(16/1/2026).
Meski akses telah kembali
terbuka, warga terdampak banjir masih berharap adanya penanganan lanjutan dari
pemerintah, terutama rehabilitasi sungai dan pembangunan tanggul di sepanjang
Krueng Meureudu. Warga meminta agar rumah-rumah yang berada di bantaran sungai
dapat direhabilitasi melalui penimbunan, sehingga mereka dapat kembali tinggal
di wilayah tersebut.
“Kami berharap sungai direhabilitasi dan
dibuat tanggul supaya kami bisa kembali pulang. Kalau harus pindah, kami tidak
punya lahan lain,” ujar Abdullah.
Warga berharap pemerintah segera
melakukan normalisasi sungai dan pembangunan tanggul guna mencegah banjir
serupa terulang di masa mendatang serta memulihkan kehidupan masyarakat di dua
desa tersebut.