-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan menteri luar negeri (menlu), wakil menteri luar negeri (wamenlu) hingga eks menlu dan wamenlu di Istana Kepresidenan Jakarta

Kamis, 05 Februari 2026 | Februari 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-04T18:23:55Z

 


 

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan mentri luar negeri (menlu), wakil menteri luar negeri (wamenlu) hingga eks menlu dan wamenlu di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu (4/2/2026). Pertemuan ini menjadi forum untuk menyamakan pemikiran terkait keanggotaan Indonesia di Board of Peace.

Menlu Sugiono menyampaikan setelah Presiden berdiskusi bersama sejumlah tokoh pimpinan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terdahulu, akademisi, praktisi hingga legislatif, semuanya sepakat tekait arah politik luar negeri Indonesia.

"Masing-masing tokoh menyampaikan pandangan, pemikiran, serta pertimbangan yang pada intinya saya kira merupakan satu hal yang sebenarnya sudah koheren, sudah ada dalam pertimbangan dan pemikiran yang sama," ungkapnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026).Dalam kesempatan yang sama, eks Hassan Wirajuda menyampaikan keanggotaan Indonesia justru akan menjadi kekuatan penyeimbang di Board of Peace.

Hassan menjelaskan, keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace telah melalui pertimbangan panjang bersama tujuh negara mayoritas penduduk Muslim lainnya, yakni Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UAE).

"Delapan negara ini dapat menjadi kekuatan penyeimbang di dalam Board of Peace, termasuk keputusan-keputusan yang akan diambil oleh badan ini," ungkap Hassan.

Ia berujar, Prabowo keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace merupakan suatu upaya diplomasi yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat Palestina di Gaza.

Hassa menilai, inisiatif Indonesia bergabung Board of Peace ini perlu dihargai sebagai ikhtiar membantu mengurangi penderitaan rakyat Palestina di Gaza.

Senada, eks Menlu Alwi Shihab juga menegaskan komitmen Prabowo kalau Indonesia tak akan pernah meninggalkan Palestina, meski bergabung dalam Board of Peace.

"Dan yang paling penting dalam hal penjelasan beliau (Prabowo) itu bahwa Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina," ujar Alwi.

Ia mengatakan, sikap Indonesia tetap mengedepankan two state solution (solusi dua negara) untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina. "Itu kalau istilah awamnya adalah 'harga mati', two state solution," katanya.

Alwi menegaskan, pada dasarnya keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace merupakan komitmen untuk membela Palestina.

"Beliau (Prabowo) tekankan kepada masyarakat seluruhnya bahwa keikutsertaan Indonesia tidak lain adalah komitmen untuk membela Palestina dan menginginkan adanya penyelesaian yang adil bagi Palestina," pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update