Komisi III DPR RI mendorong TNI dan Polri bersinergi dalam
mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk
Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.
“Komisi III DPR RI mendorong Polri dan pihak TNI untuk tetap
bersinergi dalam penanganan kasus penyiraman air keras terhadap saudara Andrie
Yunus,” kata Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman saat rapat khusus terkait
kasus itu di Jakarta, Rabu.
Sinergi itu diminta dilakukan dengan memedomani Pasal 170
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara
Pidana (KUHAP) baru.
Pasal tersebut mengatur tentang peradilan koneksitas. Diatur
pada ayat (1) bahwa tindak pidana yang dilakukan bersama-sama oleh orang yang
tunduk pada peradilan umum dan peradilan militer diadili oleh pengadilan di
lingkungan peradilan umum.
“Pedomani ketentuan Pasal 170 Undang-Undang Nomor 20 Tahun
2025 tentang KUHAP baru dalam penanganan perkara ini,” ucapnya.
Habib mengapresiasi Polri dan pihak terkait yang telah
mengungkap terduga pelaku. Apresiasi yang sama juga disampaikan perwakilan
fraksi partai politik yang hadir dalam rapat tersebut.
“Komisi III DPR RI mengapresiasi kinerja Polri dan seluruh
pihak terkait yang telah mengungkap peristiwa dan identitas para pelaku kasus
penyiraman air keras terhadap saudara Andrie Yunus,” katanya.
Dalam rapat tersebut, Komisi III DPR RI turut menyepakati
pembentukan panitia kerja (panja) untuk mengawal kasus ini.
Komisi juga akan melaksanakan rapat kerja dengan Polri,
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), dan pihak korban sebagai komitmen
dalam penegakan terhadap perlindungan hak asasi manusia.
Diketahui, Andrie Yunus diserang oleh orang tidak dikenal di
bilangan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.
Peristiwa itu terjadi sesaat setelah Andrie menyelesaikan
rekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang
membahas topik militerisme dan uji materi Undang-Undang TNI.
Dalam perkembangannya, Polda Metro Jaya telah mengungkap dua
inisial terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
"Dapat kami informasikan bahwa dua orang yang tadi kami
tunjukkan tersebut dari satu data Polri ini satu inisial BHC, dan satu inisial
MAK," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol.
Iman Imanuddin saat konferensi pers di Jakarta, Rabu ini.
Di sisi lain, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menyatakan
telah menahan empat orang personel atas dugaan keterlibatan dalam kasus itu.
Komandan Puspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto di
Jakarta, Rabu, mengatakan keempat personel yang berinisial NDP, SL, BWH, dan ES
ditahan di Puspom TNI untuk pendalaman lebih lanjut
"Kami sampaikan bahwa keempat yang diduga pelaku ini
semuanya anggota dari Denma BAIS (Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis)
TNI. Jadi, bukan dari satuan mana-mana, tetapi dari Denma BAIS TNI,"
ujarnya.