-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Kilang minyak utama di Moskwa diperkirakan tidak dapat beroperasi setidaknya selama enam bulan setelah mengalami kerusakan parah akibat serangan drone Ukraina.

Kamis, 25 Juni 2026 | Juni 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-24T18:14:06Z

 

Kilang minyak utama di Moskwa diperkirakan tidak dapat beroperasi setidaknya selama enam bulan setelah mengalami kerusakan parah akibat serangan drone Ukraina. Kondisi ini berpotensi memperburuk upaya Rusia mengatasi kekurangan bahan bakar di negara tersebut.

 


Berdasarkan laporan Reuters, Rabu (24/6/2026), kilang yang berada di bagian selatan ibu kota Rusia itu merupakan pemasok bahan bakar terbesar bagi wilayah Moskwa. Fasilitas tersebut diserang dua kali oleh drone Ukraina sepanjang bulan ini sehingga memaksa penghentian operasional.

"Setidaknya dibutuhkan waktu enam bulan untuk melakukan perbaikan," kata salah satu sumber industri yang mengetahui kondisi kilang tersebut.

Perusahaan energi Rusia, Gazprom Neft, yang mengoperasikan kilang tersebut, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait insiden tersebut.

Ukraina dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia menggunakan drone jarak jauh. Di sisi lain, Rusia juga terus melancarkan serangan rudal terhadap target energi dan pertahanan di berbagai kota Ukraina.

Serangan Ukraina telah melumpuhkan sebagian besar kapasitas pengolahan minyak Rusia. Dampaknya, sejumlah wilayah di negara itu mengalami kekurangan produk minyak, kenaikan harga bahan bakar, serta antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar.Data terbaru menunjukkan kilang Moskwa mengolah sekitar 11,6 juta metrik ton minyak pada 2024. Dari jumlah tersebut, fasilitas itu memproduksi sekitar 2,9 juta ton bensin dan 3,2 juta ton solar.

Menghadapi krisis pasokan bahan bakar, pemerintah Rusia kini mempertimbangkan pelarangan ekspor solar. Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak menyampaikan opsi tersebut pada Selasa (23/6/2026).

Sementara itu, surat kabar Vedomosti melaporkan pemerintah juga mempertimbangkan impor bahan bakar untuk mengatasi kelangkaan, terutama di wilayah Krimea yang telah menghentikan penjualan bensin kepada masyarakat.

×
Berita Terbaru Update