-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Mantan anggota grup K-Pop terkenal, NCT, Mark Lee menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah menuai kontroversi karena mengenakan kaus yang menampilkan simbol yang dihubungkan dengan ideologi

Kamis, 25 Juni 2026 | Juni 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-24T17:51:48Z

 

Mantan anggota grup K-Pop terkenal, NCT, Mark Lee menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah menuai kontroversi karena mengenakan kaus yang menampilkan simbol yang dihubungkan dengan ideologi sayap kanan dan rasisme.

 


Kontroversi bermula setelah Mark terlihat mengenakan kaus yang menampilkan bendera Konfederasi. Simbol tersebut merupakan bendera resmi Negara-Negara Konfederasi Amerika selama Perang Saudara Amerika Serikat.

Dalam perkembangannya, bendera Konfederasi tersebut banyak dikaitkan dengan sejarah perbudakan, rasisme, serta kelompok-kelompok ekstremis sayap kanan.  Penggunaan simbol tersebut di sejumlah wilayah AS menuai penolakan dan bahkan menghadapi pembatasan, termasuk dalam bentuk penjualan merchandise yang menampilkan gambar bendera tersebut.

Permintaan maaf Mark disampaikan melalui agensinya, Upper Room, dalam pernyataan resmi yang diunggah di media sosial resmiya.

"Kami dengan tulus meminta maaf atas kekhawatiran, ketidaknyamanan, dan kekecewaan yang disebabkan oleh kaus vintage yang terlihat dalam foto-foto yang baru-baru ini dibagikan," bunyi pernyataan Upper Room, mengutip Allkpop, Rabu (24/6/2026).

Agensi menuturkan, tak ada unsur kesengajaan dalam masalah ini. Setelah mengetahui makna historis dan sensitivitas simbol yang terdapat pada kaus tersebut, Mark dan agensi segera mengambil langkah untuk memastikan simbol itu tidak lagi muncul dalam konten resmi pelantun hit 1999 dan Cherry Bomb tersebut.

"Setelah menyadari pentingnya historis dan sensitivitas simbol yang ditampilkan pada kaus tersebut, kami mengambil langkah-langkah untuk memastikan simbol tersebut tidak akan muncul dalam konten resmi. Terlepas dari upaya tersebut, gambar tersebut tetap dibagikan dan menimbulkan kekhawatiran," lanjut agensi.

Upper Room mengakui, penanganan masalah tersebut seharusnya dilakukan dengan lebih hati-hati dan menyatakan bertanggung jawab penuh atas kelalaian yang terjadi. Agensi juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung maupun kecewa akibat kejadian ini.

"Kelalaian ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab kami. Kami memahami keseriusan kekhawatiran yang muncul dan sangat meminta maaf atas luka yang disebabkan oleh insiden ini. Kami dengan tulus meminta maaf kepada semua orang yang merasa sakit hati, tersinggung, atau kecewa. Kami berjanji untuk melangkah maju dengan tanggung jawab, kesadaran, dan perhatian yang lebih besar,” pungkas Upper Room.

×
Berita Terbaru Update