Mantan anggota grup K-Pop terkenal, NCT, Mark Lee
menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah menuai kontroversi karena
mengenakan kaus yang menampilkan simbol yang dihubungkan dengan ideologi sayap
kanan dan rasisme.
Kontroversi bermula setelah Mark terlihat mengenakan kaus
yang menampilkan bendera Konfederasi. Simbol tersebut merupakan bendera resmi
Negara-Negara Konfederasi Amerika selama Perang Saudara Amerika Serikat.
Dalam perkembangannya, bendera Konfederasi tersebut banyak
dikaitkan dengan sejarah perbudakan, rasisme, serta kelompok-kelompok ekstremis
sayap kanan. Penggunaan simbol tersebut
di sejumlah wilayah AS menuai penolakan dan bahkan menghadapi pembatasan,
termasuk dalam bentuk penjualan merchandise yang menampilkan gambar bendera
tersebut.
Permintaan maaf Mark disampaikan melalui agensinya, Upper
Room, dalam pernyataan resmi yang diunggah di media sosial resmiya.
"Kami dengan tulus meminta maaf atas kekhawatiran, ketidaknyamanan,
dan kekecewaan yang disebabkan oleh kaus vintage yang terlihat dalam foto-foto
yang baru-baru ini dibagikan," bunyi pernyataan Upper Room, mengutip
Allkpop, Rabu (24/6/2026).
Agensi menuturkan, tak ada unsur kesengajaan dalam masalah
ini. Setelah mengetahui makna historis dan sensitivitas simbol yang terdapat
pada kaus tersebut, Mark dan agensi segera mengambil langkah untuk memastikan
simbol itu tidak lagi muncul dalam konten resmi pelantun hit 1999 dan Cherry
Bomb tersebut.
"Setelah menyadari pentingnya historis dan sensitivitas
simbol yang ditampilkan pada kaus tersebut, kami mengambil langkah-langkah
untuk memastikan simbol tersebut tidak akan muncul dalam konten resmi. Terlepas
dari upaya tersebut, gambar tersebut tetap dibagikan dan menimbulkan
kekhawatiran," lanjut agensi.
Upper Room mengakui, penanganan masalah tersebut seharusnya
dilakukan dengan lebih hati-hati dan menyatakan bertanggung jawab penuh atas
kelalaian yang terjadi. Agensi juga menyampaikan permohonan maaf kepada
pihak-pihak yang merasa tersinggung maupun kecewa akibat kejadian ini.
"Kelalaian ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab
kami. Kami memahami keseriusan kekhawatiran yang muncul dan sangat meminta maaf
atas luka yang disebabkan oleh insiden ini. Kami dengan tulus meminta maaf
kepada semua orang yang merasa sakit hati, tersinggung, atau kecewa. Kami
berjanji untuk melangkah maju dengan tanggung jawab, kesadaran, dan perhatian
yang lebih besar,” pungkas Upper Room.