Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla meminta maaf
karena baru muncul di hadapan publik untuk menjelaskan sejumlah permasalahan
yang viral terkait dirinya.
“Pertama, saya minta maaf karena baru hari ini dapat
menjelaskan masalah-masalah yang viral, karena saya subuh tadi baru pulang dari
Jepang,” ujar pria yang akrab disapa JK dalam konferensi pers di Jakarta,
Sabtu.
JK menjelaskan bahwa dirinya ingin menjelaskan kepada publik
mengenai potongan video ceramah yang disampaikannya di Masjid Universitas
Gadjah Mada (UGM) pada Ramadhan 1447 Hijriah.
“Saya ingin menjawab, menjelaskan tentang ceramah saya,
ceramah Ramadhan. Ceramah Ramadhan itu artinya yang hadir hanya orang muslim,
ya, di masjid lagi. Kemudian di kampus, berarti orang yang hadir adalah
intelektual. Itu dulu yang perlu dipahami tentang keadaan itu,” katanya.
Kemudian dirinya menayangkan cuplikan video terkait konflik
Maluku dan Poso kepada para hadirin. Dua konflik tersebut ditayangkan, kata
dia, karena menjadi salah satu bahasan ceramah yang viral di tengah masyarakat.
“Karena ini menyangkut Maluku dan Poso, sebelum saya ingin
menjelaskan, saya ingin perlihatkan dulu sekilas, karena anda masih muda,
mungkin sebagian belum lahir, karena itu terjadi sekitar 26 tahun yang lalu,”
katanya.
Ia menjelaskan video tersebut hanya sebagian dari
keseluruhan konflik.
“Saya putarkan video dulu. Video ini hanya pembukaan konflik
itu, belum intinya karena yang bisa diambil oleh jurnalis pada waktu itu hanya
di kota,” jelasnya.
Setelah memutarkan video tersebut, JK menyatakan bahwa
ceramah di UGM tersebut tentang perdamaian, bukan menista agama.
“Saya diundang, datang, karena temanya adalah perdamaian.
Jadi, khususnya temanya tentang langkah-langkah perdamaian, kurang lebih
begitu,” katanya.
Sebelumnya, JK berceramah di Masjid UGM pada 5 Maret 2026
atau dalam rangka Ramadhan 1447 Hijriah. Ceramah tersebut bertajuk Strategi
Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional
Multipolar.
Namun demikian, ceramah tersebut menjadi viral pada
pertengahan April 2026.
JK bahkan dilaporkan oleh DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen
Indonesia (GAMKI) ke Polda Metro Jaya atas ceramahnya tersebut, terutama
terkait pernyataan mati syahid. DPP GAMKI melaporkan JK pada 12 April 2026.