-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

sebanyak 742 personel prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa telah siap diberangkatkan ke Lebanon pada 22 Mei 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | Mei 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-11T17:48:49Z

 


Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyatakan sebanyak 742 personel prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa telah siap diberangkatkan ke Lebanon pada 22 Mei 2026.

Dudung Abdurachman bersama sejumlah menteri kabinet meninjau kesiapan pasukan perdamaian itu di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin.

Dudung mengatakan pemberangkatan pasukan TNI itu untuk merotasi dan menggantikan pasukan perdamaian Indonesia yang saat ini bertugas di Lebanon.

Ia menegaskan bahwa seluruh pembekalan dari PMPP telah diberikan secara maksimal.

"Saya lihat pasukan sudah siap. Tentunya ini adalah misi PBB, tetapi yang lebih penting adalah mengemban misi bangsa Indonesia," kata Dudung dalam keterangannya di Jakarta.

Dudung menekankan arahan terkait prioritas menjaga keselamatan prajurit, menjaga nama baik bangsa Indonesia, dan melaksanakan tugas pokok sebaik-baiknya

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu juga menyoroti keistimewaan prajurit TNI di mata dunia internasional.

"Karena misi perdamaian ini, khususnya tentara Indonesia, sangat diidam-idamkan di sana karena keramahannya, kepeduliannya, keseriusannya dalam melaksanakan tugas," ujarnya.

Ia memohon doa restu dari seluruh rakyat Indonesia agar tugas mulia ini berjalan sukses, lancar, dan seluruh prajurit dapat kembali ke tanah air dengan selamat.

Pada kesempatan sama, Menteri Luar Negeri Sugiono juga mengingatkan para prajurit sebagai penerus sejarah bangsa untuk menjalankan tugas dengan ikhlas, penuh semangat, dan keyakinan demi mengangkat reputasi Indonesia di dunia internasional.

Ia menegaskan bahwa meskipun berstatus sebagai penjaga perdamaian, medan operasi yang akan dihadapi sama sekali tidak damai, sehingga keterampilan prajurit harus digunakan dengan selalu mengutamakan faktor keselamatan.

"Kebanggaan bagi saya untuk bertemu saudara-saudara pada saat ini dan kebanggaan lebih besar bagi saya untuk bisa bertemu saudara-saudara pada saat saudara kembali ke tanah air dalam kondisi yang baik dan sehat," ucap Menlu.

Turut hadir dalam acara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol. Amur Chandra Juli Buana, dan Komandan PMPP TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan.

 

 

 

 


×
Berita Terbaru Update