Pemerintah Rusia telah menyalurkan lebih dari 7.000 alat tes
PCR untuk mendeteksi virus Ebola ke sejumlah negara di Afrika sebagai langkah
cepat menghadapi potensi penyebaran wabah baru yang dipicu oleh strain
Bundibugyo.
Badan pengawas hak konsumen dan kesejahteraan masyarakat
federal Rusia, Rospotrebnadzor, mengeklaim Rusia menjadi salah satu negara
pertama yang berhasil mengembangkan sekaligus memproduksi alat tes PCR khusus
untuk mendeteksi virus Ebola varian Bundibugyo hanya dalam waktu empat hari setelah
ancaman wabah muncul.
"Menanggapi ancaman wabah baru Ebola yang disebabkan
oleh virus Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo dan Uganda, Rospotrebnadzor
menjadi salah satu lembaga pertama di dunia yang mengembangkan dan mengatur
produksi alat tes diagnosis PCR untuk varian virus tersebut dalam waktu empat
hari," demikian keterangan resmi Rospotrebnadzor, pada Jumat (19/6/2026).
Rospotrebnadzor menyebutkan, hingga saat ini lebih dari
7.000 alat tes telah dikirim ke berbagai negara di kawasan Afrika guna
mendukung upaya deteksi dini dan pengendalian penyebaran penyakit.
Selain negara-negara Afrika, alat tes Ebola buatan Rusia
juga telah didistribusikan ke Korea Utara dan Turkmenistan sebagai bagian dari
kerja sama internasional di bidang kesehatan.Dalam keterangannya,
Rospotrebnadzor juga mengungkapkan para ahli dari Rusia bersama Uganda telah
melakukan lebih dari 1.500 pemeriksaan terhadap sampel biologis pasien Ebola
maupun individu yang diduga terpapar virus tersebut.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses
diagnosis, meningkatkan kemampuan deteksi dini, serta mendukung penanganan
wabah Ebola yang kembali mengancam sejumlah wilayah di Afrika.