-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Pemerintah Rusia telah menyalurkan lebih dari 7.000 alat tes PCR untuk mendeteksi virus Ebola ke sejumlah negara di Afrika

Sabtu, 20 Juni 2026 | Juni 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-19T19:12:10Z

 

Pemerintah Rusia telah menyalurkan lebih dari 7.000 alat tes PCR untuk mendeteksi virus Ebola ke sejumlah negara di Afrika sebagai langkah cepat menghadapi potensi penyebaran wabah baru yang dipicu oleh strain Bundibugyo.



Badan pengawas hak konsumen dan kesejahteraan masyarakat federal Rusia, Rospotrebnadzor, mengeklaim Rusia menjadi salah satu negara pertama yang berhasil mengembangkan sekaligus memproduksi alat tes PCR khusus untuk mendeteksi virus Ebola varian Bundibugyo hanya dalam waktu empat hari setelah ancaman wabah muncul.

"Menanggapi ancaman wabah baru Ebola yang disebabkan oleh virus Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo dan Uganda, Rospotrebnadzor menjadi salah satu lembaga pertama di dunia yang mengembangkan dan mengatur produksi alat tes diagnosis PCR untuk varian virus tersebut dalam waktu empat hari," demikian keterangan resmi Rospotrebnadzor, pada Jumat (19/6/2026).

Rospotrebnadzor menyebutkan, hingga saat ini lebih dari 7.000 alat tes telah dikirim ke berbagai negara di kawasan Afrika guna mendukung upaya deteksi dini dan pengendalian penyebaran penyakit.

Selain negara-negara Afrika, alat tes Ebola buatan Rusia juga telah didistribusikan ke Korea Utara dan Turkmenistan sebagai bagian dari kerja sama internasional di bidang kesehatan.Dalam keterangannya, Rospotrebnadzor juga mengungkapkan para ahli dari Rusia bersama Uganda telah melakukan lebih dari 1.500 pemeriksaan terhadap sampel biologis pasien Ebola maupun individu yang diduga terpapar virus tersebut.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses diagnosis, meningkatkan kemampuan deteksi dini, serta mendukung penanganan wabah Ebola yang kembali mengancam sejumlah wilayah di Afrika.

×
Berita Terbaru Update