Aroma tajam dan bentuknya yang bulat membedakan bawang putih
tunggal dari jenis bawang biasa di dapur Anda.
Banyak orang rela merogoh kocek lebih dalam demi memburu
bawang lanang ini, karena percaya konsentrasi senyawa aktif di dalamnya jauh
lebih pekat. Secara medis, jenis bawang-bawangan memang kaya akan allicin,
organosulfur, selenium, dan antioksidan penangkal penyakit.
Hanya saja, National Center for Complementary and
Integrative Health (NCCIH) bersama institusi kesehatan global lainnya
mengingatkan sebuah fakta penting, uji klinis yang ada saat ini merujuk pada
manfaat bawang putih secara kolektif.
Belum ada bukti kuat yang memisahkan keunggulan mutlak versi
tunggal ini. Oleh sebab itu, konsumsilah ia sebagai penunjang stamina harian
dalam pola makan seimbang.
Lalu, apa saja manfaat yang sering dikaitkan dengan bawang
lanang itu? Berikut ini penjelasannya.
Penyakit yang Diklaim Bisa Diobati Bawang Putih Tunggal
1. Membantu meredakan sakit gigi
Secara tradisional, bawang putih tunggal sering digunakan
untuk membantu mengurangi nyeri akibat sakit gigi. Kandungan allicin diketahui
memiliki sifat antibakteri dan antiseptik sehingga dapat membantu menghambat
pertumbuhan bakteri penyebab infeksi di rongga mulut.
Beberapa orang mengunyah bawang putih atau menempelkannya
pada area yang terasa sakit. Meski demikian, para ahli kesehatan mengingatkan
cara ini hanya dapat membantu meredakan gejala sementara dan tidak menggantikan
perawatan dokter gigi.
Jika sakit gigi disebabkan oleh gigi berlubang, abses, atau
infeksi serius, pemeriksaan medis tetap diperlukan.
2. Berpotensi membantu mengontrol gula darah
Salah satu manfaat bawang putih tunggal yang cukup banyak
diteliti adalah potensinya dalam membantu mengendalikan kadar gula darah.
Sejumlah penelitian menunjukkan senyawa sulfur dalam bawang
putih dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu metabolisme glukosa.
Beberapa studi juga menemukan konsumsi bawang putih secara
rutin berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah puasa pada penderita
diabetes tipe 2.
Meski demikian, efek tersebut bersifat sebagai terapi
pendukung, bukan pengganti obat diabetes yang diresepkan dokter. Dalam
pengobatan tradisional, bawang putih tunggal biasanya dikonsumsi mentah,
dikeprek, atau dicampurkan dengan madu.
Namun penderita diabetes tetap dianjurkan berkonsultasi
dengan dokter sebelum mengonsumsinya secara rutin, terutama bila sedang menjalani
terapi penurun gula darah.
3. Membantu meredakan gejala asma
Bawang putih memiliki sifat antiinflamasi yang dapat
membantu mengurangi peradangan pada saluran napas. Kandungan antioksidan di
dalamnya juga diyakini membantu menjaga kesehatan sistem pernapasan.
Secara tradisional, bawang putih tunggal sering dihaluskan
lalu dicampur madu untuk dikonsumsi sebagai ramuan alami bagi penderita asma.
Meski begitu, hingga kini belum terdapat bukti ilmiah yang
cukup kuat untuk menyatakan bawang putih dapat menggantikan obat asma.
Penggunaan inhaler dan terapi yang direkomendasikan dokter tetap menjadi
pengobatan utama.
4. Membantu mempercepat pemulihan saat flu
Saat flu menyerang, tubuh membutuhkan sistem kekebalan yang
optimal untuk melawan infeksi virus. Berbagai penelitian menunjukkan kandungan
allicin, selenium, vitamin C, serta senyawa sulfur pada bawang putih berpotensi
mendukung fungsi sistem imun.
Beberapa studi bahkan menunjukkan konsumsi bawang putih
secara rutin dapat membantu mengurangi frekuensi terkena flu dan mempercepat
masa pemulihan ketika seseorang sakit.
Dalam praktik tradisional, bawang putih tunggal biasanya
dicincang halus lalu diseduh menggunakan air hangat sebelum diminum. Walaupun
demikian, manfaat tersebut tetap perlu diimbangi dengan istirahat yang cukup,
konsumsi makanan bergizi, serta pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
5. Membantu menurunkan kolesterol
Salah satu manfaat bawang putih yang paling banyak didukung
penelitian adalah kemampuannya membantu menurunkan kadar kolesterol jahat atau
LDL.
Menurut sejumlah tinjauan ilmiah yang juga dikutip oleh Mayo
Clinic dan Cleveland Clinic, konsumsi bawang putih secara rutin dapat
memberikan penurunan kolesterol dalam jumlah ringan hingga sedang, terutama
saat dikonsumsi selama beberapa minggu hingga bulan sebagai bagian dari pola
makan sehat.
Dalam pengobatan tradisional, bawang putih tunggal dapat
direbus atau dikonsumsi setelah dihaluskan. Namun manfaat terbaik tetap
diperoleh jika diimbangi dengan olahraga rutin, menjaga berat badan ideal,
serta membatasi konsumsi lemak jenuh.
6. Membantu menurunkan tekanan darah
Selain kolesterol, bawang putih tunggal juga dikenal
memiliki potensi membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
Penelitian menunjukkan senyawa allicin dapat membantu
meningkatkan produksi nitric oxide yang membuat pembuluh darah lebih rileks
sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.
Efek tersebut dapat membantu menurunkan tekanan darah
sistolik maupun diastolik pada sebagian penderita hipertensi. Walaupun hasil
penelitian cukup menjanjikan, para ahli menegaskan bawang putih tidak boleh
menggantikan obat hipertensi yang diresepkan dokter.
7. Berpotensi membantu mengurangi gejala ambeien
Dalam pengobatan tradisional, bawang putih tunggal juga
dipercaya membantu meredakan keluhan ambeien karena memiliki sifat antioksidan,
antibakteri, dan antiinflamasi.
Sebagian masyarakat menggunakannya sebagai campuran jus
sayuran atau menghaluskannya untuk penggunaan luar. Namun, hingga saat ini
bukti ilmiah mengenai efektivitas bawang putih untuk mengobati ambeien masih
sangat terbatas.
Dokter umumnya menyarankan penderita ambeien memperbanyak
konsumsi serat, minum air putih yang cukup, menjaga aktivitas fisik, serta
menggunakan obat sesuai indikasi medis.
8. Berpotensi menjaga kesehatan otak
Manfaat lain yang cukup menarik adalah potensi bawang putih
tunggal dalam menjaga fungsi otak.
Penelitian laboratorium menunjukkan antioksidan dan senyawa
sulfur pada bawang putih dapat membantu mengurangi stres oksidatif yang
berperan dalam proses penuaan sel-sel otak.
Beberapa penelitian awal juga menunjukkan adanya potensi
bawang putih dalam mengurangi pembentukan beta-amiloid, yaitu protein yang
dikaitkan dengan perkembangan penyakit alzheimer.
Meski demikian, bukti pada manusia masih terbatas sehingga
bawang putih belum dapat direkomendasikan sebagai terapi untuk mencegah atau
mengobati alzheimer.
Menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, tidur cukup,
dan mengendalikan tekanan darah tetap menjadi langkah utama dalam menjaga
kesehatan otak.
Bolehkah Mengonsumsi Bawang Putih Tunggal Setiap Hari?
Secara umum, bawang putih tunggal aman dikonsumsi dalam
jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan sehat.
Namun, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan
pencernaan, bau mulut, mulas, hingga meningkatkan risiko perdarahan, terutama
pada orang yang mengonsumsi obat pengencer darah seperti warfarin.
Oleh karena itu, orang yang akan menjalani operasi, sedang
mengonsumsi obat antikoagulan, atau memiliki kondisi medis tertentu sebaiknya
berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi bawang putih tunggal secara
rutin maupun dalam bentuk suplemen.