Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti,
mengatakan Indonesia saat ini berada pada peringkat keempat dunia dalam
pengembangan ekosistem ekonomi syariah global.
Pertumbuhan produk halal nasional pada triwulan I 2026
mencapai 6,21%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang
berada pada level 5,6%. Agar pertumbuhan tersebut terus meningkat, Destry mengingatkan
pentingnya kolaborasi.
"Jangan lupa, kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri.
Sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, akademisi, pelaku usaha, masyarakat,
hingga asosiasi harus terus diperkuat agar ekonomi dan keuangan syariah semakin
berkembang," kata Destry dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah Kawasan
Timur Indonesia (Fesyar KTI) 2026di Lombok Epicentrum Mall (LEM), Kota Mataram,
Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).
Destry optimistis target transaksi Rp 12,5 miliar yang
dipasang dalam Fesyar KTI 2026 dapat tercapai melalui kolaborasi seluruh
pemangku kepentingan.
"Business matching sebesar Rp 11 miliar dan penjualan
produk UMKM Rp 1,5 miliar harus bisa dicapai. Dengan sinergi, saya yakin target
tersebut dapat terealisasi," tegasnya.
Fesyar KTI 2026 menghadirkan berbagai pelaku usaha dan
lembaga pendukung ekonomi syariah. Tercatat ada 19 booth tenant UMKM, 111 produk
unggulan dalam Halal Mart, 34 booth kuliner khas Kawasan Timur Indonesia, 11
booth perbankan syariah, enam lembaga wakaf, serta empat halal center.
Selain pameran UMKM, kegiatan ini juga diisi berbagai
seminar dan forum ekonomi syariah, seperti wakaf goes to campus, syariah
financing forum, talkshow branding halal, halal lifestyle, modest fashion,
hingga flagship economic forum