-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

TIM PENELITIAN DOSEN BIDANG STUDI PIMJUANG KOORDOS SESKOAL LAKSANAKAN PENELITIAN LANJUTAN DI SEMARANG DAN SURABAYA

Rabu, 08 Juli 2026 | Juli 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-08T01:56:32Z

 



Dharma Wiratama, 7 Juli 2026.


Tim Penelitian Dosen Bidang Studi Kepemimpinan dan Kejuangan (Pimjuang) Koordinator Dosen (Koordos) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) melaksanakan penelitian lanjutan pada hari kedua di Kota Semarang dan Kota Surabaya. Penelitian yang dipimpin oleh Dosen Utama (Dosut) Pimjuang Kolonel Laut (P) Agus Prabowo, S.E., dengan melibatkan berbagai instansi dan narasumber, meliputi Walikota Semarang, Dankodaeral V, Dansatsel Koarmada II, dan Danlanal Batuporon. Agenda penelitian di Kota Surabaya ditinjau langsung oleh Kepala Koordinator Dosen (Kakoordos) Seskoal Laksamana Pertama TNI Dr. Goki P. Sihombing S.E., M.Si.(Han), yang berlangsung di Kota Semarang dan Surabaya, Selasa (07/07/2026).


Penelitian yang dilaksanakan di Kota Surabaya mengusung tema “Analisis Kapabilitas Kapal Selam Otonomous dan Torpedo (KSOT) Guna Memperkuat Alutsista TNI Angkatan Laut Dalam Rangka Menghadapi Ancaman Perang Modern” sangat relevan dengan dinamika pertahanan maritim Indonesia saat ini. Pemilihan Surabaya sebagai lokasi penelitian didasari oleh alasan strategis, yakni kedudukannya sebagai episentrum teknologi bawah air Indonesia yang didukung oleh keberadaan PT PAL Indonesia, Koarmada II sebagai pusat pengelola kapal selam, serta STTAL yang memperkuat ekosistem riset sistem otonom.


Pada kesempatan terpisah, Danseskoal menegaskan bahwa dinamika geopolitik dan geostrategi global saat ini tengah mengalami pergeseran yang sangat cepat. Akselerasi teknologi militer telah mengantarkan kita ke ambang era peperangan modern yang didominasi oleh sistem otonom, kecerdasan buatan, serta peperangan asimetris. Kehadiran kapal selam nirawak (Unmanned Underwater Vehicles /UUV) dan pengembangan sistem torpedo mutakhir bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak dalam postur pertahanan laut masa depan. Oleh karena itu, saya instruksikan agar penelitian ini menghasilkan naskah strategis yang mampu menjadi landasan kebijakan bagi pimpinan TNI Angkatan Laut dalam menentukan arah pengembangan alutsista pada masa mendatang.

×
Berita Terbaru Update