Warga sekitar Pantai Anyer, Kabupaten Serang, Banten mulai
meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya aktvitas Gunung Anak Krakatau di
Selat Sunda. Mereka sudah memahami prosedur evakuasi apabila kondisi memburuk.
Bayu, seorang warga Anyer mengatakan rasa takut tetap ada,
tetapi dirinya sudah dibekali kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi terburuk
dampak meletusnya Gunung Anak Krakatau.
"Kalau rasa takut dan kahwatir ada, namanya juga
manusia, tetapi kita sudah biasa kaya gini. Dan kita juga tahu nanti harus ke
mana kalau ada dampak atau hal buruk dari Gunung Anak Krakatau, karena kami di
sini juga sudah dilatih untuk selalu bersiaga penuh," kata Bayu, Rabu
(8/7/2026).
Warga Anyer lainnya, Amsa mengaku tidak terlalu khawatir
karena material erupsi Gunung Anak Krakatau selama ini tidak sampai ke wilayah
tempat tinggalnya.
"Saya sih enggak khawatir, sudah biasa, kalaupun
meletus kan biasanya juga materialnya enggak sampai sini, paling juga sebelum
pantai, jadi kita sih biasa saja, cuma ya tetap waspada," ujarnya.
Ebi warga Anyer lainnya mengatakan rasa khawatir akan
letusan Gunung Anak Krakatau tetap ada karena tinggal di kawasan pesisir.
Namun, menurut dia, warga telah memahami jalur evakuasi yang telah disiapkan.
"Khawatir dan takut pasti ada, namanya kita tinggal di
pinggir pantai, dan Gunung Anak Krakatau sedang erupsi, tetapi kita enggak
khawatir, kan di Pasauran ini ada belasan titik jalur evakuasi, jadi kita sudah
di latih kalau ada apa apa, lari ke sana," katanya.
Sebelumnya, Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau melaporkan
gunung api di Selat Sunda, Lampung Selatan itu mengalami tujuh kali erupsi
sejak Rabu (8/7/2026) dini hari hingga pukul 12.00 WIB. Status gunung tersebut
masih siaga atau level III.