Polisi sudah memeriksa penyelenggara acara diduga kontes
waria di New Paragon KTV Pool and Café, Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru,
Riau yang viral di media sosial. Pemilik tempat hiburan itu juga turut dimintai
keterangan.
Kanitreskrim Polsek Limapuluh AKP Syafril mengatakan setelah
mendapatkan informasi, pihaknya langsung mendatangi manajemen New Paragon untuk
meminta klarifikasi. Kemudian memanggil para pihak yang diduga terlibat dalam
kontes tersebut.
"Setelah kita amankan, kita bawa ke kantor dan kita
ambil keterangan. Inisal S mengaku memang melaksanakan kegiatan ulang tahun di
tempat hiburan malam tersebut. Jadi dalam video tersebut dia mengundang
kawan-kawannya, ada kontes tiga orang. Kegiatan itu katanya yang normal-normal
saja, lomba dalam rangka kegiatan ulang tahunnya" kata Syafril, Jumat
(30/1/2026).
Syafril mengatakan timnya masih mendalami kasus tersebut dan
perlu meminta keterangan saksi lainnya.
Sebelumnya, beredar video acara kontes waria di sebuah
tempat hiburan malam di Pekanbaru. Dalam video terlihat sejumlah orang diduga
waria menggunakan kostum merah-merah sedang berkumpul di salah satu room yang
belakangan diketahui acaranya di New Paragon. Salah satu dari mereka
menyerahkan piala kepada yang diduga peserta.
Manajemen New Paragon KTV Pool and Cafe merasa kecolongan
dan tak pernah memberi izin penyelenggaraan yang diduga kontes waria pada
Minggu (25/1/2026).
Asisten Manajer New Paragon Sofwan menegaskan pihaknya tidak
mengetahui kalau ruangan yang dipesan oleh tamu untuk ulang tahun pada malam
itu, diduga menjadi ajang kontes waria.
"Jadi memang hari Minggu itu mereka pesan sama kita
untuk menyelenggarakan ulang tahun, tetapi kita tidak tahu kapan kejadian di
dalam (room) sana. Kalau untuk yang lainnya dari manajemen kita tidak
tahu," ujar Sofwan, Kamis (28/1/2026).
Manajemen New Paragon, kata dia, telah melakukan pengamanan
dan pengawasan ketat terhadap seluruh pengunjung. Dua jam sekali, karyawan akan
masuk ke room untuk melihat situasi agar tidak disalahgunakan oleh tamu.
"Apalagi kejadian waria-waria ini kita paling anti, kalau kita tahu akan kita hentikan. Untuk ke depannya kita akan ekstra (ketat) lagi, dan ini pembelajaran yang sangat berharga buat kami. Kita tidakkan pernah mengizinkan waria atau yang lain-lain lah dan akan kita larang," tegasnya. yang viral di media sosial. Pemilik tempat hiburan itu juga turut dimintai keterangan.
Kanitreskrim Polsek Limapuluh AKP Syafril mengatakan setelah
mendapatkan informasi, pihaknya langsung mendatangi manajemen New Paragon untuk
meminta klarifikasi. Kemudian memanggil para pihak yang diduga terlibat dalam
kontes tersebut.
"Setelah kita amankan, kita bawa ke kantor dan kita
ambil keterangan. Inisal S mengaku memang melaksanakan kegiatan ulang tahun di
tempat hiburan malam tersebut. Jadi dalam video tersebut dia mengundang
kawan-kawannya, ada kontes tiga orang. Kegiatan itu katanya yang normal-normal
saja, lomba dalam rangka kegiatan ulang tahunnya" kata Syafril, Jumat
(30/1/2026).
Syafril mengatakan timnya masih mendalami kasus tersebut dan
perlu meminta keterangan saksi lainnya.
Sebelumnya, beredar video acara kontes waria di sebuah
tempat hiburan malam di Pekanbaru. Dalam video terlihat sejumlah orang diduga
waria menggunakan kostum merah-merah sedang berkumpul di salah satu room yang
belakangan diketahui acaranya di New Paragon. Salah satu dari mereka
menyerahkan piala kepada yang diduga peserta.
Manajemen New Paragon KTV Pool and Cafe merasa kecolongan
dan tak pernah memberi izin penyelenggaraan yang diduga kontes waria pada
Minggu (25/1/2026).
Asisten Manajer New Paragon Sofwan menegaskan pihaknya tidak
mengetahui kalau ruangan yang dipesan oleh tamu untuk ulang tahun pada malam
itu, diduga menjadi ajang kontes waria.
"Jadi memang hari Minggu itu mereka pesan sama kita
untuk menyelenggarakan ulang tahun, tetapi kita tidak tahu kapan kejadian di
dalam (room) sana. Kalau untuk yang lainnya dari manajemen kita tidak
tahu," ujar Sofwan, Kamis (28/1/2026).
Manajemen New Paragon, kata dia, telah melakukan pengamanan
dan pengawasan ketat terhadap seluruh pengunjung. Dua jam sekali, karyawan akan
masuk ke room untuk melihat situasi agar tidak disalahgunakan oleh tamu.
"Apalagi kejadian waria-waria ini kita paling anti, kalau
kita tahu akan kita hentikan. Untuk ke depannya kita akan ekstra (ketat) lagi,
dan ini pembelajaran yang sangat berharga buat kami. Kita tidakkan pernah
mengizinkan waria atau yang lain-lain lah dan akan kita larang," tegasnya.
