Ajang Running Summit 2026 mendorong Pangalengan, Kabupaten
Bandung menjadi pusat perhatian sebagai calon “Kampung Pelari Indonesia”
sekaligus bagian dari upaya mendorong kejayaan atletik nasional di tingkat
dunia.
Perwakilan penggagas Running Summit, Sara Lea Tunas,
menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun masa depan
atletik Indonesia.
“Setiap pemangku kepentingan tidak bisa berdiri sendiri.
Kita perlu bergerak bersama agar industri ini tidak hanya besar secara angka,
tapi juga kuat secara prestasi,” ujar Sara dalam keterangan yang diterima di
Bandung, Selasa.
Sara menegaskan ajang Running Summit yang berlangsung pada
10-12 April 2026 ini menjadi wadah kolaborasi antara komunitas, brand,
federasi, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan
industri lari yang berkelanjutan.
Menurutnya, Pangalengan dipilih karena memiliki nilai
historis sebagai tempat lahirnya pelari nasional seperti Agus Prayogo dan
Triyaningsih, serta didukung kondisi geografis yang ideal untuk latihan
atletik.
Dalam pelaksanaannya, Running Summit 2026 menghadirkan tiga
pilar utama, yakni Pangalengan Track Race untuk pembinaan atlet pelajar,
Running Conference sebagai forum diskusi industri, serta Walini Pangalengan
Cross Country yang menggabungkan olahraga dengan potensi sport tourism.
“Beranjak dari hal tersebut di atas, maka kegiatan ini
diproyeksikan menjadi lebih dari sekadar kumpul bersama, melainkan juga media
bagi komitmen kolektif untuk memastikan kejayaan atletik Indonesia,” katanya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pangalengan diharapkan
dapat berkembang menjadi pusat pembinaan atlet lari nasional yang setara dengan
Iten di Kenya yang dikenal sebagai “The Land of Champions”.
“Kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi
masyarakat lokal melalui pengembangan pariwisata olahraga dan interaksi
langsung dengan peserta,” katanya.