Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menegaskan program makan bergizi gratis (MBG) tidak hanya diperuntukkan bagi peserta didik di sekolah. Di balik program unggulan pemerintah tersebut, terdapat sasaran yang jauh lebih mendasar, yakni kelompok rentan yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang berada dalam masa krusial pertumbuhan.
“Pada setiap kesempatan konsolidasi program MBG di berbagai daerah, saya selalu menekankan tujuan utama program ini adalah memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang berada pada periode emas atau 1.000 hari pertama kehidupan. Setelah itu barulah peserta didik,” ujar Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam konsolidasi Program MBG yang digelar di sejumlah daerah dalam keterangannya, Minggu (31/6/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan program MBG sejatinya merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat sejak fase paling awal kehidupan. Periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) selama ini dikenal sebagai fase yang sangat menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan.
“Pemenuhan kebutuhan gizi pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dinilai menjadi langkah strategis dalam menekan risiko stunting, meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak, serta menciptakan generasi yang lebih sehat dan kompetitif,” jelas Sony.
Dia menegaskan orientasi utama Program MBG bukan sekadar membagikan makanan, melainkan membangun fondasi sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Dengan kualitas gizi yang lebih baik sejak dini, Indonesia diharapkan mampu menghasilkan generasi yang siap menghadapi tantangan pembangunan dan persaingan global di masa mendatang.
Ia menambahkan, seluruh unsur pelaksana program harus memahami filosofi tersebut agar pelaksanaan MBG di lapangan berjalan sesuai arah kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Mengutamakan pemberian MBG kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, merupakan esensi Program MBG sebagai investasi strategis bangsa Indonesia. Hal ini harus betul-betul dijiwai oleh seluruh pelaksana program MBG di lapangan. Jangan coba-coba menyimpang dari tujuan utama,” tegasnya.
Peringatan tersebut menunjukkan keseriusan BGN dalam menjaga pelaksanaan program agar tetap berada pada jalur yang benar. Pemerintah tidak ingin tujuan utama MBG bergeser hanya karena adanya pemahaman yang kurang tepat di tingkat pelaksana.
Selain itu, Sony meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG untuk aktif saling mengingatkan dan mengawal implementasi kebijakan agar tetap konsisten dengan tujuan awal program.
“Kita harus menjaga betul tujuan Program MBG ini, karena ini adalah program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto. Program yang bertujuan mulia untuk mewujudkan generasi Indonesia yang benar-benar siap mengisi Indonesia Emas 2045,” pungkas Sony.