Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI
Danantara) terus memperkuat kepercayaan global terhadap perekonomian Indonesia.
Lembaga tersebut kini menjadi salah satu mitra strategis yang banyak diminati
investor asing.
CEO Danantara Rosan P Roeslani mengatakan Danantara memiliki
portfolio dan proyek yang dinilai menarik bagi investor global sehingga semakin
banyak pihak yang ingin menjalin kemitraan.
“Danantara menjadi
mitra strategis yang dicari oleh banyak investor asing. Kami memiliki portfolio
dan proyek yang sangat menarik bagi modal asing,” ujar Rosan dalam keterangannya
di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Menurut Rosan, kolaborasi dengan mitra strategis global
menjadi langkah penting untuk mempercepat transformasi badan usaha milik negara
(BUMN) sekaligus memperkuat kepercayaan dunia terhadap perekonomian Indonesia.
Ia menambahkan penguatan jejaring internasional diharapkan
mampu membuka peluang investasi yang lebih luas, mempercepat transfer
pengetahuan dan teknologi, serta mendukung pengembangan sektor strategis yang
memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan terpisah, kepala Badan Pelaksana (BP) BUMN
sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menghadiri pertemuan Presiden Prabowo
Subianto dengan Perdana Menteri Thailand periode 2001–2006 yang juga Dewan
Penasihat BPI Danantara, Thaksin Shinawatra.
Pertemuan itu turut dihadiri CEO Danantara sekaligus Menteri
Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani, CIO Danantara Pandu
Sjahrir, serta CTO Danantara Sigit Puji Santosa.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta membahas berbagai
peluang kerja sama strategis untuk mendukung transformasi BUMN dan pembangunan
nasional. Pembahasan difokuskan pada pengembangan sektor prioritas, percepatan
hilirisasi industri, penguatan tata kelola perusahaan, serta transformasi
digital melalui pemanfaatan jejaring dan pengalaman global.
Melalui sinergi dengan berbagai mitra internasional,
Danantara terus mendorong terciptanya ekosistem investasi yang semakin
kredibel, memperluas akses terhadap teknologi dan praktik terbaik dunia, serta
meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.
Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi
BUMN menjadi perusahaan yang lebih kompetitif, adaptif, dan berdaya saing
global, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi
Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.